Postingan

Kapita Selekta Bahasa

Setelah mempelajari materi yang sudah diberikan Ibu Utami, Kapita Selekta Bahasa adalah mata kuliah yang menekankan pada proses mengingat, mengaitkan, dan memperdalam konsep-konsep kebahasaan yang telah dipelajari sebelumnya. Pada tahap ini, kita tidak lagi hanya menunggu penjelasan, tetapi dituntut untuk lebih aktif dalam mencari dan mengembangkan pemahaman. Kapita Selekta dapat dipahami sebagai rangkuman berbagai konsep penting dalam linguistik. Dalam kaian linguistik terbagi menjadi dua, yaitu mikro (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik) dan makro (sosiolinguistik, pragmatik, dan wacana). Contoh sederhana dapat dilihat dari penggunaan kata "gasss" yang menunjukkan variasi bahasa dalam masyarakat, serta ungkapan "panjang tangan" yang memiliki makna kias. Hal ini membuktikan bahwa bahasa tidak hanya dipahami secara harfiah, tetapi juga berdasarkan konteks penggunaannya.

Guru inspiratif

Melalui keteladanan sederhana itu, guru dapat mengajak siswa memahami bahwa kerapian adalah bagian dari karakter yang harus dibangun sejak dini. Guru juga memiliki keberanian untuk menegur dengan cara yang baik ketika ada siswa yang melanggar aturan berpakaian. Sikap tegas namun ramah ini menjadi pembelajaran berharga, seperti yang dilakukan Ibu Utami ketika menegur mahasiswa yang datang dengan celana jins—pakaian yang sebenarnya tidak pantas digunakan untuk kuliah. Dari situ, mahasiswa belajar bahwa kerapian bukan sekadar aturan, tetapi wujud keseriusan dan penghargaan terhadap proses belajar.

Sedikit cerita

Sebelum berbicara di depan masyarakat (tamu undangan), saya selalu mempersiapkan diri dengan matang. Langkah pertama yang saya lakukan adalah memahami topik yang akan saya sampaikan agar isi pidato tersusun dengan jelas dan terarah. Saya juga berlatih di depan cermin untuk memperbaiki intonasi, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Selain itu, saya berusaha mengendalikan rasa gugup dengan menarik napas dalam-dalam dan membayangkan _audiens_ sebagai teman yang ingin saya ajak berbagi. Dengan persiapan itu, saya merasa lebih percaya diri dan mampu menyampaikan pesan dengan tenang serta meyakinkan.

Penerapan model sebagai Guru bahasa Indonesia hendak mengajarkan bahasa/sastra indonesia kepada anak didik

Kita terlebih dahulu mengenalkan yang namanya bahasa Indonesia dan sastra Indonesia kepada peserta didik kita yang kita didik dengan menerapkan sistem penyampaian yang disukai oleh peserta didik kita, Dan harus pintar dalam menyampaikan cara berbahasa Indonesia dan sastra Indonesia yang benar tidak terlupakan memiliki nilai sastra bagus dilihat.

Biografi Dewa Angga Arifianto

Gambar
Nama : Dewa Angga Arifianto Tempat tanggal lahir : Jepara, 23 Desember 2003 Anak ke : 2 Umur : 20 Tahun Nomor Wa : 082314971993 Alamat : Desa Kepuk RT01/RW05, kec. Bangsri, kab. Jepara Kesan : Senang bisa menempuh pendidikan di Universitas PGRI Semarang di program studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia.